Ask me anything

everything that i want to save and share

Suara Hati

Suara Hati itu sebenarnya masih ada di sana.

Namun kitalah yang telah menutup pintu hati kita rapat-rapat.

Jangankan untuk menikmati cahaya yang bersinar indah, bahkan untuk mendengarkan suara yang mengetuk pintu pun kita tidak mau.

Suara itu sebenarnya tak pernah lelah untuk berbisik, tapi bisikannya menjadi lebih pelan, lebih lemah, dan hampir tidak terdengar.

ada dua hal yang menghalangi kita untuk mendengarkan suara hati.

Pertama, adalah kepentingan.

Kedua, adalah karena

sejak lama kita tak pernah menggunakan suara hati ini, tak pernah melatihnya, bahkan mungkin juga tak pernah sadar bahwa suara tersebut benar-benar ada.

Suara hati senantiasa bersumber dari perasaan kasih.

Suara hati adalah wujud Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Sebaliknya, suara ego bersumber dari perasaan takut.

Suara ego berakar dari perasaan takut kehilangan : takut target tak tercapai, takut kenikmatan kita terganggu, takut sesuatu yang telah kita miliki direnggut dari tangan kita.

Suara hati ini menuntun kita untuk mencapai kenikmatan jangka panjang.

sebaliknya suara ego senantiasa menggiring kita kepada kesenangan, kepuasan, pelampiasan dan kenikmatan.

Namun, berbeda dengan kenikmatan yang dihasilkan oleh suara hati, kenikmatan versi suara ego ini hanyalah kenikmatan jangka pendek, bahkan kenikmatan yang sebenarnya semu, karena jangaka panjang kenikmatan yang dihasilkan oleh ego senantiasa membuahkan penderitaan.

1 year ago
0 notes

Menjadi sadar amatlah berbeda dengan menjadi tahu. Menjadi sadar memiliki kekuatan yang jauh lebih dahsyat daripada menjadi tahu.

Begitu menyadari segala sesuatu, 
kita akan terbangun, 
mata kita akan terbuka 
dan kita akan mengalami sebuah perubahan paradigma yang dahsyat,
sebuah lompatan spiritual.

kepemimpinan selalu dimulai dengan kesadaran diri.

Dan inti dari spiritualitas adalah Experiental Learning.

Spiritualitas tidak akan pernah muncul dari keharusan dan paksaan.

Kebanyakan agama diajarkan sebagai sebuah pengetahuan, bukan sebuah pengalaman spiritual.

1 year ago
0 notes

Antara Engkau dan DIA _page 19 “You Are Not Alone”

Orang kerap kali tak bernalar, tak logis, dan egois.
Biar begitu, maafkanlah mereka.

Bila engakau baik, orang mungkin akan menuduhmu menyembunyikan motif yang egois.
Biar begitu, tetaplah bersikap baik.

Bila engkau mendapat sukses, engkau bakal pula mendapat teman-teman palsu dan musuh-musuh sejati.
Biar begitu, tetaplah meraih sukses.

Bila engkau jujur dan berterus terang, orang mungkin akan menipumu.
Biar begitu, tetaplah jujur dan berterus terang.

apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun, mungkin akan dihancurkan seseorang dalam semalam.
Biar begitu, tetaplah membangun.

Bila engkau menemukan ketenangan dan kebahagiaan, orang mungkin akan iri.
Biar begitu, tetaplah berbahagia.

Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, sering bakal dilupakan orang keesokan harinya.
Biar begitu, tetaplah berbuat kebaikan.

Berikan pada dunia milikmu yang terbaik, dan mungkin itu tak akan pernah cukup.
Biar begitu, tetaplah berikan pada dunia milikmu yang terbaik.

Ketahuilah, pada akhirnya, sesungguhnya ini semua adalah masalah antara engkau dan Tuhan; tak pernah antara engakau dan mereka.

1 year ago
0 notes

Semua masalah komunikasi tidak dapat hanya dilihat dari masalah itu saja. Semua masalah komunikasi pasti adalah masalah yang terakumulasi, dan pesan yang kita sampaikan adalah kelanjutan pesan-pesan sebelumnya.

Kadang kita lupa memperhatikan perubahan raut wajah,

suara tersendat menahan kemarahan,

helaan napas panjang yang menunjukkan kekesalan,

maupun kalimat-kalimat bersayap yang sarat dengan kekecewaan.


Oleh karena itu, marilah kita berdo’a:
Ya Allah, berikan kami kemampuan untuk membaca tanda-tanda yang Engkau berikan.


“You Are Not Alone” _Page 159,160

1 year ago
0 notes

Ada dua kerugian utama yang akan kita derita bila kita menganggap diri kita yang paling benar.

Pertama, adalah hilangnya kemampuan kita untuk mendengar. 
Bayangkan kalau Anda telah merasa sangat memahami mengenai suatu masalah. Dalam kondisi seperti ini, masih maukah Anda mendengarkan pendapat orang lain? Masihkah Anda memiliki kesabaran untuk mengeksplorasi pendapat orang yang berbeda atau bahkan bertentangan dengan pendapat yang telah Anda yakini sebelumnya?

Cobalah Anda perhatikan acara talkshow, debat, dan dialog yang sering digelar di berbagai stasiun televisi. Setiap orang bersikukuh dengan kebenaran versi mereka masing-masing. Ini membuat mereka kehilangan kemampuan untuk mendengarkan. Bahkan mereka mendengarkan bukan dengan maksud untuk memahami tetapi untuk bisa menjawab dan mematahkan argumentasi lawan.

Mereka takut dipengaruhi oleh argumentasi tersebut.
Mereka takut kalau-kalau dengan mendengarkan akan membuat mereka sadar bahwa argumentasi mereka sebenarnya tidaklah sepenuhnya benar.
Mereka takut untuk berubah dan itu menunjukkan bahwa mereka sebenarnya takut terhadap kebenaran itu sendiri!.

Menganggap diri paling benar juga akan membuat kita berhenti melakukan pencarian. Inilah kerugian kedua yang akan kita derita.

Kita akan merasa diri kita cukup.
Kita merasa pendapat kita sudah mapan, kita merasa sudah menemukan kebenaran yang final.
Ini membuat kita berhenti bertanya, yang berarti juga membuat pertumbuhan kita terhenti.

Inti dari spiritualitas adalah pencarian kebenaran secara terus-menerus. Dalam hal ini tidak ada yang namanya kebenaran final. Kebenaran yang kita yakini sekarang ini pada hakikatnya adalah kebenaran yang relatif.

“You Are Not Alone” _page 171-173

1 year ago
0 notes