Engkau tahu, duhai tetes air hujan, kering sudah air mata, tidur tak nyenyak, makan tak enak, tersenyum penuh sandiwara, tapi biarlah Tuhan menyaksikan semuanya.
Engkau tahu, duhai gemerisik angin,kalau boleh, ingin kutitipkan banyak hal padamu, sampaikan padanya sepotong kata, tapi itu tak bisa kulakukan, biarlah Tuhan melihat semuanya.
Engkau tahu, duhai tokek di kejauhan,setiap kali kau berseru ‘tokekk’, aku ingin sekali menghitung, satu untuk iya, satu untuk tidak, lantas berharap kau berbunyi sekali lagi agar jawabannya ‘iya’, dan berharap kau berhenti jika memang sudah ‘iya’, tapi itu tak bisa kulakukan, biarlah Tuhan mendengar semuanya.
Engkau tahu, duhai retakan dinding,sungguh aku tak tahu lagi berapa dalam retaknya hati ini, besok lusa, mudah saja memperbaiki retakanmu dinding, tinggal ambil semen dan pasir, tapi hatiku, entah bagaimana merekatkannya kembali, tapi biarlah Tuhan menyaksikan semuanya.
Wahai orang-orang yang merindu, maka malam ini, akan kusampaikan sebuah kabar gembira dari sebuah nasehat bijak. Kalian tahu, buku-buku cinta yang indah, film-film roman yang mengharukan, puisi-puisi perasaan yang mengharu biru, itu semua ditulis oleh penulisnya. Maka, biarlah, biarlah kisah perasaan kalian yang spesial, ditulis langsung oleh Tuhan. Percayakan pada yang terbaik.
Tere Liye
Jangan pernah terburu buru dalam menilai seseorang ……..
Tapi maklumilah tiap jiwa disekeliling kita yg menyimpan cerita kehidupan tak terbayangkan …
Αda air mata dibalik setiap senyuman..
Αda kasih sayang dibalik setiap amarah..
Αda pengorbanan dibalik setiap ketidak pedulian..
Αda harapan dibalik setiap kesakitan..
Αda kekecewaan dibalik setiap derai tawa..
23 Desember 2011,
“Love and Marriage”, Fashion Illustration,
Terinspirasi dari proyek bikin gaun pengantin akhir-akhir ini.
:)
my gallery: Yumigawa (uyayyayu)
12 to 12 Drawing Diary,
4 Januari 2012,
” I put my Heart in The Hands of Allah, so He will put it in the hands of a man who He believes deserves it.” :)
gallery: Yumigawa(uyayyayu)
Duhai urusan perasaan. Ketika seseorang berhenti menangis karenanya, maka beberapa saat kemudian, tentu saja airmatanya akan kering di pipi, isaknya akan hilang disenyap, seperti tidak ada lagi sisa tangisnya di wajah. Tetapi tangisan itu tetap tertinggal di hati. Kesedihan, rasa sakit, kesendirian, beban yang membekas.
Boleh jadi sebentar, boleh jadi selamanya.
Bukankah demikian?
Tere Liye
A : yes, it’s true :’)